Penilaian Keterampilan IPA

Nama : Vania Zetri Sihotang
Kelas  : 9F
Absen : 25

Cara Sel Saraf Menghantarkan Impuls


Sel saraf bisa menghantarkan impuls listrik. Caranya dengan adanya rangsangan dari neurotransmitter.
Sel saraf menghantarkan impuls karena terjadi pertukaran ion-ion di dalam dan di luar membran sel saraf.
 Pertukaran ion tersebut tidak dapat terjadi begitu saja tanpa adanya rangsangan. Rangsangan yang cukup kuat dapat mengaktifkan pompa ion, sehingga menyebabkan terjadinya pertukaran ion. Pertukaran ion inilah yang dikenal sebagai impuls listrik pada sel saraf.

Mekanisme penghantaran impuls melibatkan 3 tahap, yaitu:

1. Fase Polarisasi (Fase istirahat)
Pada fase ini, sel saraf/ neuron tidak menghantarkan impuls sehingga jalur ion Na+ dan K+ tertutup. Hal ini menyebabkan bagian luar sel bermuatan positif sedangkan bagian dalam sel bemuatan negatif.

2. Fase Depolarisasi
Pada fase ini, neuron menerima rangsangan berupa impuls. Impuls menyebabkan perubahan muatan listrik sesaat. Pada keadaan ini, saluran ion Na+ terbuka dan ion Na+ masuk kedalam sel sehingga bagian dalam sel yang mula-mula bermuatan negatif berubah menjadi positif dan bagian luar sel yang awalnya bermuatan positif berubah menjadi bermuatan negatif.

Depolarisasi pada suatu daerah pada sel saraf memicu depolarisasi pada daerah disebelahnya sehingga impuls dapat menjalar terus hingga mencapai sistem saraf pusat.

3. Fase Repolarisasi
Ketika impuls telah melewati suatu daerah pada sel saraf, saluran Na+ tertutup dan menjadi tidak aktif. Sementara itu, jalur ion K+ terbuka sehingga ion K+ keluar dan mengakibatkan bagian luar

Sumber : https://brainly.co.id/tugas/23067616

Hewan Yang Dapat Menghasilkan Listrik

1. Belut Listrik


 Belut listrik sendiri termasuk ke dalam spesies Electrophorus. Sesuai dengan namanya, belut yang satu ini terkenal bisa menghasilkan listrik.

Populasi dari belut listrik sebagian besar terdapat di sungai Amazon dan Orinoco, Amerika Selatan. Bentuk dari belut listrik ini tidak mirip dengan belut biasanya melainkan lebih mirip dengan ikan.

Bentuk tubuhnya seperti silindris serta tidak memiliki sisik. Warna dari permukaan punggung adalah abu-abu cokelat dengan bagian bawah berwarna kuning.

Ciri yang paling menarik dari belut listrik adalah tiga pasang organ perut yang menghasilkan listrik. Ini dikenal sebagai organ utama, organ Sach, dan organ Hunter.

Listrik yang dihasilkan oleh belut ini digunakan untuk menyetrum mangsanya. Setelah belut mendeteksi mangsanya, otak mengirimkan sinyal melalui sistem saraf ke organ listrik.

2. Lele Listrik


Lele listrik merupakan lele dari berasal dari keluarga Malapteruridae, yang memiliki dua genus dan 19 spesies. Banyak spesies dari keluarga ini bisa menghasilkan listrik hingga 350 volt, sesuai dengan namanya.

Keberadaan dari hewan penghasil listrik ini bisa ditemukan di sepanjang sungai Nil. Mereka memakan ikan lain, telur ikan, detritus, dan invertebrata dengan kebiasaan makan yang bervariasi menurut spesies.

Pada zaman Mesir Kuno, sengatan listrik yang menghasilkan ikan lele listrik digunakan untuk mengobati nyeri radang sendi. Untuk tujuan ini, hanya ikan berukuran kecil yang digunakan karena yang lebih besar menghasilkan kejutan yang menyakitkan.

3. Ikan stargazer


Jenis ikan ini bisa mengeluarkan listrik dari otot matanya. Mata dari ikan ini tidak berbentuk menonjol dan berada rata dengan tubuhnya. Listrik yang dikeluarkan oleh ikan ini membantu untuk perlindungan diri bahkan cukup kuat untuk melumpuhkan pemangsanya.

4. Pari elektrik


Memiliki pendeteksi listrik atau reseptor di mulutnya dan memakai reseptor ini untuk mencari mangsa. Namun, ikan ini juga memiliki sengatan listrik pada ekornya untuk melindungi diri. Bahkan, diketahui juga bahwa mereka menggunakan kelebihan mereka ini untuk berkomunikasi dengan ikan pari elektrik yang lain.

Sumber : https://www.idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/spesies-hewan-penghasil-listrik-c1c2

https://kids.grid.id/read/473128540/5-hewan-yang-punya-kemampuan-menghasilkan-listrik-apa-saja

Penggunaan Listrik Statis Dalam Teknologi

Listrik statis dapat diartikan sebagai berkumpulnya muatan-muatan listrik pada suatu benda. Efek listrik statis dapat terjadi karena adanya perpindahan elektron.

Prinsip listrik statis banyak diterapkan dalam kehidupan sehari. Contohnya seperti dibawah ini : 


1. Pengendap Elektrostatis
Pengendap elektrostatis digunakan untuk mengurangi polusi udara oleh abu pembakaran batubara pembangkit tenaga listrik dan mengurangi pencemaran debu dalam suatu ruangan.




2. Mesin fotocopy
Mesin fotokopi menggunakan daya tarik muatan listrik berbeda. Suatu pola muatan positif pada pelat mesin fotokopi, mencitrakan bidang hitam yang akan digandakan, menarik partikel bermuatan negatif dari bubuk hitam halus yang disebut toner.




3. Penangkal petir
Pelepasan muatan listrik secara tiba-tiba yang menghasilkan bunga api listrik disebut dengan petir. Loncatan muatan melalui udara menghasilkan cahaya yang sangat kuat dan panas, sehingga menyebabkan udara memuai secara mendadak.




4. Sisir rambut
Pada saat kita menyisir rambut yang kering, maka rambut akan menempel dan tertarik oleh sisir. Pada awalnya, rambut dan sisir tidak bermuatan atau netral. Suatu atom yang netral memiliki jumlah proton dan elektron yang sama.



5. Penggaris dengan kain wol
Penggaris plastik yang sudah digosok dengan kain wol akan menjadi bermuatan negatif, karena mendapatkan tambahan elektron dari wol. Penggaris yang bermuatan tersebut dapat menarik serpihan kertas yang ada.




6. Generator Van de Graff
Generator Van de Graff adalah mesin pembangkit listrik yang digunakan untuk memperoleh muatan listrik dalam jumlah besar.

Sumber : https://roboguru.ruangguru.com/forum/penggunaan-listrik-statis-dalam-teknologi-terdapat-pada-alat-alat-yang-bisa-kalian_FRM-V4L9OZYD#:~:text=Penggunaan%20listrik%20statis%20dalam%20teknologi%20terdapat%20pada%20alat%2Dalat%20yang,mesin%20cuci%2C%20penangkal%20petir%20D






Komentar